Archive

Posts Tagged ‘Film’

ngobrolin Frequency (Review Film)

28 January 2009 Winnu Ayi 8 comments

frequency

Ah gila film ini!! Baru saja selesai ditonton. Film ini memiliki kesamaan genre dengan Back to The Future, tentang terjadinya paralel waktu dan dimensi yang saling terkait. Dan pasti bikin siapa pun yang menontonnya tidak akan bisa menebak alur ceritanya. Terlalu banyak kemungkinan jalan cerita. Jauh lebih menegangkan daripada Back to The Future. Mengapa demikian? Karena film ini juga menunjukkan sisi pembunuhan yang tidak terpecahkan di tahun 1966 dan 1999. 30 TAHUN! Crazy!

Endingnya… Happy Ending? atau Bad Ending? No way! Tonton sendiri! I recommend all of you who want to waste your time to watch this movie!

NB : penulis storylinenya pasti sering minum aspirin… :D

Categories: Tontonan Tags: , , ,

Angelique, The Heroine from France

7 January 2009 Winnu Ayi 9 comments

I’ve watched nice movies in TV5 Asie. There were pentalogy movies. The movies were made in 1964. It were so old!! And the protagonist is a heroine, Angélique Sancé de Monteloup. She was played by Michèle Mercier, an France actress.

Angélique lives in France in 1661 when Louise XIV was still alive. She was like Indiana Jones, but in another way, she has to fight against Versailles Court, Persian ambassador, and Kesultanan of Aljazair. The stories are very good, from France to Aljazair. Hohoho! I love them much, indeed.

The Young Michèle Mercier at age 25. (1964)

AngŽlique marquise des anges

Disclaimer : There are many pictures. For low bandwidth connection, think again!

Read more…

Laskar Pelangi The Movie

4 October 2008 Winnu Ayi 10 comments

Laskar Pelangi The Movie adalah sebuah film terbaru yang diangkat dari sebuah novel dengan judul yang sama Laskar Pelangi karangan Andrea Hirata. Film yang digarap oleh duo movie maker yang cukup berkualitas, Riri Riza dan Mira Lesmana, ini menyajikan tontonan berkualitas. Ketika begitu banyaknya film-film Indonesia lainnya yang lebih menekankan mistis, cinta, dan kekerasan, Laskar Pelangi sebaliknya menyampaikan pesan-pesan moral yang mungkin terlupakan oleh para penonton.

Read more…