ngobrolin Frequency (Review Film)

Ah gila film ini!! Baru saja selesai ditonton. Film ini memiliki kesamaan genre dengan Back to The Future, tentang terjadinya paralel waktu dan dimensi yang saling terkait. Dan pasti bikin siapa pun yang menontonnya tidak akan bisa menebak alur ceritanya. Terlalu banyak kemungkinan jalan cerita. Jauh lebih menegangkan daripada Back to The Future. Mengapa demikian? Karena film ini juga menunjukkan sisi pembunuhan yang tidak terpecahkan di tahun 1966 dan 1999. 30 TAHUN! Crazy!
Endingnya… Happy Ending? atau Bad Ending? No way! Tonton sendiri! I recommend all of you who want to waste your time to watch this movie!
NB : penulis storylinenya pasti sering minum aspirin…
Categories: Tontonan
Film, Pembunuhan, Review, Waktu
jang, awak punya blog sekarang!
nonton ahhh…. buat malem mingguan.
masa masa masaaaa??? jadi ingin menonton juga… buat besok selasa ah..
ada lagi blog yang baru cep, sisi lain dari blog yang satunya,hahaha
Mana mau gw nonton film yang ga jelas endingnya -.-
Gw kan ga suka film sad ending nu.. (ga banget ya :p tapi beneran.. jadi suka sedih kebawa2 soalnya)
Wahhh, mana spoiler nya ???? wahahahaha…. yawda langsung donlot deh, thanks
@tomi kasep: lanjutkan!
@abdee: wehehe… bersama pasangan akan lebih nikmat. krn dia akan sibuk meluk abdee krn deg-degan ntn pelemnya.
@lutfi: sok sok… segera ditonton biar gk stress
@narpen: wah lo kudu wajib mesti nonton pen, gk ngerasa istilah frekuensi sering diajarkan dosen tercinta kita… sebagai anak e***lektro mesti ngerti. hahaha!!
@raffaell: spoilernya -> dan terjadilah bahu-membahu antara ayah anak yang beda terpisahkan oleh waktu sebanyak 30 tahun utk memecahkan misteri pembunuhan berantai. tonton tonton!!
keren bro filmnya